March 2011
2 posts
ini adalah sebuah percobaan
yakinlah. ini hanya sebuah percobaan
berhasil atau tidaknya
tidak tergantung pada saya, anda, kita, atau kami
lupakan saja tujuan, nikmati perjalanan
lihat! Ada pelangi di ujung sana!
Surat untuk Shelter 1
Ahoy, Shelter 1, lama sudah kita tak bertemu. Masih kuingat meja itu, dan tumpukan surat penuh gurat canda. Masih seperti itu. Pintu tempat aku melangkah masuk dengan penuh suka cita, juga tempat aku pergi keluar dengan sepulas warna sendu. Kini agak berdebu. Kucari kehadiranmu. Tiada. Secarik kertas kuning mengabarkan: kau sedang pergi sebentar. Lalu kuambil buku tamu, menuliskan sebuah pesan...
September 2010
2 posts
My Flavors.me →
I connected Tumblr to my http://flavors.me page - http://flavors.me/udo_indra
Reminder about your invitation from Indra Afriza
LinkedIn
July 2010
3 posts
CALLA LILY
Pagi hari adalah kala Lily. Kala aku gelisah ingin mendengar suaramu. Bertambah resah, kerna tahu: ada yang mendengarnya lebih dulu. Kala aku merindu rinai tawamu. Meski harus berbagi: dengan dia yang memilikinya sebelum aku… Pagi hari, adalah kala Lily. Terajut sebagai buket dalam genggaman pengantin. Pipi bersepuh rona merah dadu. Kala cinta membuat aliran darah membeku. Suaraku terpagut...
MY BLUE HYACINTH (BAKUNG BIRU)
**PROLOG** Pada awalnya adalah keberanian, lalu sejalin tegursapa. Kejujuran jadi pembuka halaman. saat segenap rasa bergelora. Cukupkah kukatakan bahwa aku cinta? Kali ini aku ingin mengukuh derap waktu dalam nada. Beranjak ke halaman awal, melihat sekuntum bakung berwarna biru tumbuh merona. Kurengkuh, tanpa merusak adanya. Kupinta selaksa, tanpa mengusik singgasana. Kukecup, dan aku pun...
June 2010
1 post
La Amore di Concilia
‘warning: puisi ini kekiri-kirian…’ * Bu Satpam bilang: semua akan Cenderung belok ke kanan; Tapi aku terbawa belok ke kiri Dan tanpa dinyana, tanpa rencana Aku dipertemukan dengan La Amore di Concilia. * Bu Batik bilang: semua batik Selalu menawan di sisi kanan; Tapi kulihat sakunya ada di kiri Dalam repetisi nan menawan.. Bu Batik tersenyum, manis sekali Meski tetap tak...
May 2010
5 posts
Mein Volk
.
Ayahku adalah tonggak, pula mercusuar.
Tak goyah diterjang ombak,
begitu pandu dan kekar.
Beliau keras, teramat keras
namun semata kerna dia teramat sayang.
.
Ibundaku adalah seorang penempa daya
dalam segara ketulusannya.
Saat kukatakan hendak jadi gelandangan:
Dia titipkan setampuk doa dan dukungan.
Tiada cita yang tak mulia baginya
Tiada mimpi yang tak layak.
Beliau adalah Dewi...
Nona Magdalena (Salju di Musim Semi)
.
untuk: Maria Papadaki
.
.
Aku tak bisa memelukmu, meski tubuh ini t’rus bergetar
dalam damba;
Aku tak bisa mengecupmu, meski bibir ini t’lah terbakar
penuh pinta.
.
Seperti peziarah dari nisan terlunta,
Seperti tukang kebun dari tanah tak bernama.
.
Maria, Maria..
Mengapa kau menerimaku, namun
menutup pintu senantiasa?
The Confession Of A Sundanese Kapak Oil User
Pada awalnya adalah hidung
Tersumbat dan tak mancung;
Kepala yang bergoyang-goyang,
Tangan gemetaran, gemeretuk menahan
Asa untuk menolak pingsan..
Kemudian,
Seorang teman menawarkan
Cairan bening dalam botol kaca
Dengan semerbak aroma eukalipta.
Kuguyurkan cairan itu ke sekujur tubuh
Merasuk dalam urat, balung, darah..
Kuraup aromanya lewat hidung dukana
Menjelma jadi udara berbalur...
Dari Sebuah Nama
“Esei singkat ini saya siapkan sebagai bahan pustaka dan kerangka saat menggubah sebuah puisi yang saya beri judul: Untuk Sebuah Nama” PREMIS: Setiap orang punya hak pribadi yang akan dia jaga untuk mempertahankan ke-pribadian-nya. Setidaknya sebagai cadangan terakhir untuk mempertahankan identitas diri. Identitas, sesuatu yang seringkali bisa diwakilkan oleh sebaris Nama. AKSIOM: Anda...
Le Madame Au Baies Noires
(Setelah terkagum dengan dialog baku di film Teguh Karya. Terinspirasi.)
***
Kami menutup sore itu dengan meninggalkan sedotan di gelas kosong. Dua gelas sari arbai, dari satu jam yang lalu. Menyenangkan. Untuk seorang lelaki, yang senang menyentuh, dan seorang wanita, yang terbiasa disentuh, kami melewatkan waktu nyaris tanpa bersentuhan. Hanya bertukar kata, canda, serta berbagai jenis...
April 2010
3 posts
E-Book MMI: Mengenai Kepanjangan Nafas
‘Kepanjangan Nafas’ istilah ini pertama kali Udo baca dalam sebuah buku kumpulan surat-menyurat H.B. Jassin (alm.). Waktu itu dia menggunakan istilah ini untuk mengomentari puisi seorang penyair muda yang sedang belajar lebih dalam tentang puisi. Sebuah larik dikatakan ‘kepanjangan nafas’ ketika:
dia menjadi terlalu panjang dan cenderung berubah menjadi prosa atau cerita...
Mencoba Dodol Kacang
Sore tadi ada penjual penganan lewat di depan rumah. Seorang ibu paruh baya, dengan tahi lalat di pipi kanannya. Dia membawa sebuah nampan berisi kue-kue dagangan.
“Dodol kacaang..! Dodol Kacaaaang..! Bararade yeuhh..?!” Begitu dia berseru sambil berkeliling.
Aku tertarik untuk membeli. Kupanggil dia. Dengan ramah dan cekatan dia menaruh nampan dan membuka tudung penutupnya....
Everything is Everything and Everything will.. End.
– http://afriza78.blogspot.com