Because life is short, let's write some short notes of it..

 

Surat untuk Shelter 1

Ahoy, Shelter 1, lama sudah kita tak bertemu. Masih kuingat meja itu, dan tumpukan surat penuh gurat canda. Masih seperti itu. Pintu tempat aku melangkah masuk dengan penuh suka cita, juga tempat aku pergi keluar dengan sepulas warna sendu. Kini agak berdebu. Kucari kehadiranmu. Tiada. Secarik kertas kuning mengabarkan: kau sedang pergi sebentar. Lalu kuambil buku tamu, menuliskan sebuah pesan untukmu di situ.. **** Hei, si cantik penjaga Shelter 1, apa kabarmu? Sehat selalu kuharap. Aku masih dalam beberapa ‘kemasihan’ yang sama. Masih suka muncul di buku orang, tapi belum juga tampil dengan buku sendiri. Masih menunggu pinangan Penguin atau O’Henry, agar aku bisa berlagak menolak sambil merona tersapu-sapu. Ah, terbayang kau datang mengingatkan: “Ndra, kata yang benar itu ‘tersipu-sipu’” lalu aku menjawab: “Ya, itu benar. Tapi aku lebih suka ‘tersapu-sapu’” Dan kau pun tersenyum, berusaha tampak sabar, meski dalam hati ingin meninjuku sampai terkapar. Dan aku akan tersenyum lebar, melihatmu berusaha menahan sabar. Kau tampak lebih cantik saat seperti itu. **** Selain itu, ada juga beberapa ‘ketidakmasihan’. Aku sudah tidak lagi menjadi buruh. Sekarang sedang menjalani kehidupan baru, sebagai pemilik warung kopi. Tidak lagi menutup diri, mulai rajin memenuhi undangan kesana-kemari. Aku tetap tidak suka, tapi kulakoni juga. Serta beberapa hal ‘gak penting’ lainnya. **** Ummh.. Ya, itu saja dulu. Sekalian mencoba apakah akun _posting by email_ di Tumblr-ku masih berfungsi atau tidak. Kecup hangat dariku, semoga bisa menjagamu dari masuk angie dan malaria. *** Selalu, Kangmas Gejrot-Lan-Gasrak-Gusruk-Teu-Paruguh-mu.

Blog comments powered by Disqus