Because life is short, let's write some short notes of it..

 

Le Madame Au Baies Noires

Kupu-Kupu Abstrak

(Setelah terkagum dengan dialog baku di film Teguh Karya. Terinspirasi.)

***

Kami menutup sore itu dengan meninggalkan sedotan di gelas kosong. Dua gelas sari arbai, dari satu jam yang lalu. Menyenangkan. Untuk seorang lelaki, yang senang menyentuh, dan seorang wanita, yang terbiasa disentuh, kami melewatkan waktu nyaris tanpa bersentuhan.  Hanya bertukar kata, canda, serta berbagai jenis tawa. Luar biasa, dalam arti sesungguhnya: di luar dari kebiasaan.

“Sekali tempo, mampirlah ke tempat abang…”

“Iya, pasti… jika ada waktu pasti kusempatkan,” satu lengkung simetris tertata di wajahnya. Indah sekali.

“Kamu masih ingat jalan ke tempatku apa?”

“Masakan lupa? Beberapa tahun aku mengular di sana?” Lengkung itu lagi. Kali ini lebih lebar tapi.

Sore yang teduh. Tatapan mataku mengantar kepergiannya. Seorang wanita. Dimakan sepi, membakar waktu dengan begitu banyak… ah, tak baik membicarakan dirinya seperti itu. Dia adalah seorang teman. Pernah begitu dekat. Waktu itu dan kini, kulihat dia melenggang pergi dengan langkah yang tertata.

Perlahan aku mengucap: selamat jalan.

======================

Sumber Gambar: Koleksi pribadi.. berani sumpah deh..

Blog comments powered by Disqus