Catching Elephant is a theme by Andy Taylor
“Esei singkat ini saya siapkan sebagai bahan pustaka dan kerangka saat menggubah sebuah puisi yang saya beri judul: Untuk Sebuah Nama”
PREMIS: Setiap orang punya hak pribadi yang akan dia jaga untuk mempertahankan ke-pribadian-nya. Setidaknya sebagai cadangan terakhir untuk mempertahankan identitas diri. Identitas, sesuatu yang seringkali bisa diwakilkan oleh sebaris Nama.
AKSIOM: Anda bisa saja memilih untuk tidak menghargai hak pribadi seseorang; Dengan imbalan: anda tidak hanya kehilangan pribadi tersebut sebagai seorang kawan, tapi juga sekaligus menghilangkan penghormatan dia terhadap pribadi anda.
WACANA:
Aku seringkali menghadapi situasi di mana perbedaan menghiasi derap langkah, meski pemahaman sudah kubentangkan ke semua arah: Aku dan Nenek tetap akan punya penilaian yang berbeda mengenai senja yang sama-sama kami nikmati pada saat dan posisi yang serupa. Tapi obrolan akrab di antara kami toh tidak terusik dengan adanya perbedaan minor semacam itu.
Atau seperti anak kecil yang sering melakukan hal yang berlawanan dari yang diminta, dengan sengaja. Saat aku suruh duduk, dia malah berdiri. Meski bocah itu tak merasa perlu untuk berdiri, dia tetap melakukannya, hanya karena aku menyuruhnya untuk duduk. Dasar anak-anak. Tetap saja: Aku sayang kalian. Semoga kalian tahu itu hai, anak-anak.
Dari perbedaan pendirian semacam dua peristiwa di atas, aku mempelajari hakikat nama-nama. Mengenali sebuah tempat dalam ruang kepala, seperti sebuah wilayah, di mana ada papan penunjuk arah atau tapal batas yang berisi nama dari wilayah tersebut. Pada wilayah pribadi, ada nama yang terukir dengan begitu indahnya. Kenali nama itu, dan rayakan dalam pesta anggur Dyonisian.
Dan dari sebait nama itu, aku memulai untuk mengenal. Seperti Adam, saat memberi nama pada semua hal yang dilihatnya pada kali pertama.